Selasa, 23 Juni 2009

DUA BIBIT TANAMAN

Ada dua bibit tanaman terhampar disebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menghujamkan akarku dalam-dalam ditanah ini. Aku ingin menjulangkan tunasku-tunasku ke angkasa. Aku ingin tunasku menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.” Dan bibit itu tumbuh. Bibit yang kedua bergumam, “aku takut jika kutanamkan akarku kedalam tanah ini, aku tidak tahu apa yang akan kutemui dibawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka dan siput-siput mencoba memakannya? Dan pasti jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha mencabutku dari tanah. Tidak! Akan lebih baik aku menunggu sampai semuanya aman.” Dan bibit itu pun menunggu dalam kesendirian. Beberapa pekan kemudian seekor ayam mengais tanah dan menemukan bibit kedua tadi. Ayam itu mencaploknya segera.

Dari cerita diatas kita dapat mengambil hikmahnya. Kita telah mengalami beberapa kali teori dari suatu pelajaran akan tetapi, kita tidak segera mengamalkan (mempraktekan) apa yang telah kita dapat dari pelajaran tersebut. Kita seperti bibit kedua yang menunggu semuanya aman. Akan tetapi ilmu itu akan hilang apabila kita tidak pernah menggunakannya (seperti lenyapnya bibit kedua yang dimakan oleh ayam)

Jika ilmu tersebut kita amalkan, kita akan seperti bibit pertama, mempunyai akar yg kuat utk menjulangkan tunas keangkasa. Ilmu yg kita miliki akan berkembang bukan hanya kita saja tetapi akan dapat diikuti oleh org lain, Sehingga kita akan memiliki 1 pemikiran dengan orang lain (sejalan) & hal itu akan memudahkan kita dalam melakukan sesuatu yang kita inginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar